Vol. 18 Uzbekistan The Pearl of Asia - Chasma Ayub
Kode produk: VPV18180005
( 0 ulasan )
Rp275,000
Mausoleum Chasma-Ayyub adalah bangunan bersejarah dengan mata air suci di pusat Bukhara. Namanya diambil dari nama Nabi Ayyub. Mausoleum ini dibangun tepat di atas mata air, tidak jauh dari Mausoleum Ismail Samani dan reruntuhan tembok kota kuno. Strukturnya kokoh dengan kubah berbagai ukuran. Kubah ganda tengah di atas ruang utama memiliki bagian atas seperti tenda, adalah hal yang tidak biasa di Bukhara. Ruangan-ruangan kecil di bawah kubah lainnya tampak redup dan misterius. Mausoleum ini dibangun pada abad ke-12 pada masa pemerintahan Karakhaniyah. Dua abad kemudian Tamerlane membawa pengrajin ulung dari Khorezm dan memerintahkan mereka untuk memperluas bangunan tersebut. Itulah sebabnya makam ini memiliki ciri khas arsitektur Khorezmian.
.
Asal muasal tempat ini diceritakan dalam 2 versi kisah. Yang pertama adalah pada zaman sebelum Bukhara ada, Nabi Ayub datang ke Lembah Zerafshan dan menyaksikan kekeringan yang hebat dan mengerikan. Saat orang-orang disekitarnya mati kehausan, Nabi Ayub memukul tanah yang berdebu dengan tongkatnya dan kemudian muncul sumber mata air yang sejuk memberikan mereka keselamatan. Kisah yang kedua adalah ketika Nabi Ayub mendapatkan ujian sakit selama 18 tahun. "Sesungguhnya Nabiyullah Ayub ‘alaihissalam berada dalam ujiannya selama delapan belas tahun. Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya.” (Anas ibn Malik).
.
Di masa-masa ujian tersebut kepada Nabi Ayub, Allah menurunkan wahyu untuk Nabi Ayub agar menghentakkan kakinya ke tanah. Tiba-tiba dari tempat kakinya, munculah sumur air. Kemudian, Allah memerintahnya mandi dan meminum air tersebut. Dan ingatlah kepada hamba Kami Ayyub ketika menyeru Tuhan-nya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.” (Allah berfirman), “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran, (QS. Shâd [38]: 41-43).
Pada ayat lain, Al-Quran mengisahkan, Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah, (QS. al-Anbiyâ’ [21]: 83-84).
Order via: